kritisi Pemerintah, Mahasiswa UHAMKA turun ke jalan

Mahasiswa UHAMKA yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa dan IMM Jaksel turun kejalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat, didepan Istana Negara.

Dalam aksinya itu, mereka mendesak kepada Presiden Joko Widodo selaku pemegang kekuasaan tertinggi di Lembaga Eksekutif untuk bersikap tegas terhadap kasus korupsi yang nyatanya membebani negara dan juga rakyat Indonesia.

“Saat ini kasus korupsi Di Indonesia banyak yg belum terselesaikan dari mulai BLBI, Century, Hambalang, Sumber Waras, Reklamasi Teluk Jakarta kemudian kasus korupsi yang masih hangat yaitu E-KTP. Ujar Gifari Shadad Ramadhan selaku Korlap aksi. Di depan Istana Negara, Rabu, Jakarta (29/3/2017).

Selain itu didalam orasi nya, ia juga menegaskan bahwa dibawah kepemimpinan Joko Widodo, Indonesia semakin carut-marut.
“Lihat saja saat ini masalah satu belum selesai, muncul lagi masalah baru dan begitu seterusnya. Semakin kompleks saja masalah di Negeri ini,” Ujarnya.

Bagi mereka ini adalah permasalahan serius yang akan berdampak pada tatanan sistem sosial di Indonesia.

Mereka berharap pihak istana dapat mendengarkan dan menampung aspirasi dari mahasiswa.

“Tentu unjuk rasa ini adalah sebagai bentuk sentilan kepada pemerintah, ya semoga pemerintah mau mendengarkan karena sudah sepatutnya kewajiban pemimpin Negeri itu mendengarkan dan menampung aspirasi rakyatnya sendiri.

Ia pun menegaskan kepada pemerintah.
“Jikalau pemerintah tidak mau mendengarkan kami maka dalam waktu dekat kami akan kembali turun kejalan dan menagih pertanggungjawaban kepada pemerintah,” Tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *